Jatikalen, 7 Maret 2025 — Pemerintah Kecamatan Jatikalen terus menggalakkan kampanye publik pencegahan pernikahan usia anak dan peningkatan kesadaran pentingnya program Keluarga Berencana (KB) di tengah masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui pemasangan baliho informatif dan edukatif di sejumlah titik strategis wilayah Kecamatan Jatikalen.
Salah satu baliho yang terpasang pada 28 Februari 2025 menekankan pentingnya mewujudkan generasi berencana dengan slogan “Stop Pernikahan Usia Anak”. Dalam kampanye ini, usia ideal menikah dikampanyekan sebagai 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk pria. Baliho tersebut memuat ajakan untuk menjadi generasi yang berprestasi, tangguh, dan unggul, serta menampilkan sosok Wakil Bupati Nganjuk sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.
Selanjutnya, pada 4 Maret 2025, baliho kedua yang dipasang mempromosikan partisipasi masyarakat dalam program KB dengan seruan “Ayo Ikut KB”. Baliho tersebut menjelaskan berbagai metode kontrasepsi seperti kondom, pil KB, suntik, implan, IUD, MOP/Vasektomi, dan MOW/Tubektomi. Ditampilkan pula manfaat mengikuti KB antara lain meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menghindari kehamilan yang tidak direncanakan, serta menunjang kesejahteraan keluarga. Baliho ini menampilkan dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk.
Penguatan pesan dari kedua kampanye ini dipertegas melalui surat edaran resmi Kecamatan Jatikalen pada 6 Maret 2025 yang ditujukan kepada Kepala KUA, Kepala Puskesmas, serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Jatikalen. Surat tersebut merujuk pada instruksi Sekretariat Daerah Kabupaten Nganjuk yang mengimbau pengawasan dan dukungan aktif terhadap sosialisasi program pencegahan pernikahan anak dan pelaksanaan program KB.
Pemasangan baliho dan penyebaran surat edaran ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta menekan angka pernikahan usia dini yang berisiko tinggi terhadap kesejahteraan keluarga. Pemerintah Kecamatan Jatikalen bersama UPTD PPKB, perangkat desa, serta sektor kesehatan berharap upaya ini mampu membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berkualitas melalui perencanaan keluarga yang matang.