Munung – Berawal dari sebuah impian yang hampir tak mungkin diwujudkan, pemerintah desa munung mengambil langkah yang sporadis, menghidupkan kembali sebuah pasar desa yang telah mati, Program PNPM- Mandiri adalah ibarat sebuah mantra ajaib yang mampu menghidupkan pasar dari kematian, melalui tahapan musdus (Musyawarah Dusun) dan musdes (Musyawarah Desa) perencanaan desa tahun 2011 muncul usulan untuk diajukan dalam forum MAD (Musyawarah Antar Desa) di pendopo kecamatan jatikalen, meski sempat menjadi bahan pembahasan dan perdebatan dari FK (fasilitator kecamatan) dan Faskab (Fasilitator Kabupaten) namun akhirnya pendanaan untuk pembangunan pasar desa munung disepakati dengan perengkingan dan menempati urutan ke 3 dari 22 usulan yang diajukan oleh 11 desa di kecamatan Jatikalen` Tahun 2011 pembangunan pasar desa di realisasikan, Rp. 216.616.600-‘ dana bantuan PNPMmandiri, dengan volume 5m x 15m x 2 unit untuk bangunan los dan 20 toko dengan ukuran 2.5 m x 3 m, waktu pelaksanaan selama 90 hari, memang tidak mudah memulai berjalanya roda pasar hampir 4 tahun berjalan mulai stabilitas perputaran pasar bisa dilihat, upaya yang dilakukan untuk menarik pembeli dan pedagang gencar dilaksanakan oleh pemerintah desa dan panitia pasar, restribusi hanya Rp. 500-‘ biaya sewa kita gratiskan kepada masyarakat desa munung. Di era kepemimipinan kepala desa baru bpk Sudarmanto pasar di tata dan di tertibkan, baik dari sisi adminitrasi dan pengelolaan, pengoptimalkan panitia dan pengembangan pembangunan bidak dan loos baru juga di wujudkan, “ini adalah potensi yang luar biasa dan harus dijaga dan dikelola dengan baik” tegas beliau pada waktu pembentukan panitia pasar, Kini pohon itu sudah berbuah manis dan dapat dinikmati hasilnya, PAD (Pendapatan Asli Desa) mampu di berikan dari pasar desa, di tahun 2018 Rp. 37.000,000-‘ disetor ke desa dan di tahun 2019 ini Rp. 36.000.00-‘, Pasar desa munung adalah satu-satunya pasar yang ada di kecamatan jatikalen dan berada di desa bukan desa kecamatan seperti pasar pada umumnya, pasar lengkong, pasar kertosono, pasar baron, dan pasar megaluh (kab Jombang), semuanya berada di desa kecamatan, desa paling ujung di kabupaten nganjuk berbatasan dengan kabupaten jombang kini dikenal banyak orang dan menjadi nadi ekonomi masyarakat baik masyarakat desa munung maupun mayarakat desa diluar desa munung.
(By : Kang Bahar)
Dewi ratna 2020-03-25
Alhamdulillah dgn brjalannya waktu pasar munung semakin berkembang dan besar