Jika kemarin anda berkunjung di acara bazar Kecamatan Jatikalen yang di laksanakan di lapangan Pleset Desa Jatikalen pada hari Jum'at tanggal 30 Agustus 2019 tentu anda berkeliling di semua stand bazar, apakah anda melihat ibu-ibu dan bapak-bapak berpakaian adat jawa? ibu-ibu bersanggul dan bapaknya pakai blangkon, ya.. itulah stand kami, stand TP-PKK Desa Munung.
Bernuasa "Tempoe Doeloe" penampilan ibu-ibu PKK Desa Munung memberi nuansa unik di lomba bazar tingkat kecamatan, lengkap dengan baju lurik dan sanggulnya PKK Desa Munung mencuri perhatian pengunjung serasa berada di jaman tempo dulu yang mungkin tidak pernah di rasakan oleh generasi jaman now, serta berharap para generasi millenial tahu dan bangga bahwa pakaian adat nusantara ini juga keren dan nyentrik tidak kalah gaul dengan busana modern yang mendominasi trend di era sekarang ini.
Didukung dengan desain interior stand yang gemerlap bernuasa merah putih lampu penjor dan ekslusif dengan karpet birunya memanjakan pengunjung serasa tamu kehormatan disajikan oleh stand bazar hasil karya bapak-bapak perangkat Desa Munung, dan melengkapi dengan "Spot Foto" untuk mengakomodir hobi generasi muda mudi yang doyan selfie, gapura besar mirip istana negara dan berkorden putih didukung lampu kelap kelip serasa bintang di langit, tak lupa bunga sebagai pemanis serta logo garuda bertuliskan 74 usia kemerdekaan Republik Indonesia menjadi perpaduan yang menarik sebagai area selfie pengunjung.
Ditambah lagi dengan duo reporter di depan stand berdandan bak abdi dalem keraton Jogja, menambah semarak dan meriah stand bazar kebanggaan warga desa munung ini, senyum, salam dan sapa jadi interaksi dengan pengujung bazar, layaknya percil dan yudho duo reporter juga menyajikan guyonan untuk menghibur para pengujung stand bazar no 09 di sebelah timur ini.
Penobatan juara 1 oleh tim dewan juri melengkapi kebanggan desa munung melalui kepala desa dan perangkat serta PKK di jum'at malam itu. Munung-Lomba bazar sudah menjadi agenda rutin Kecamatan Jatikalen dalam rangka peringatan hari besar nasional (PHBN), acara ini sendiri biasanya dilaksanakan diakhir dari sekian rangkaian kegiatan, dan juga acara ini sebagai puncak acara, sebelas desa wajib mengikuti lomba ini, UPTD, dan instansi lainnya, serta kelompok masyarakat juga berpartisipasi dalam lomba ini, Pasar murah atau bazar ini sendiri adalah media untuk desa bisa menjual produk-produk unggulan mereka.