Sejarah Desa Dawuhan



Pada  jaman  dahulu  kala  ada  sebuah  desa  yang  masih  utuh  dan  belum  terpecah – pecah  menjadi  dusun. lama kelamaan  timbulah  bencana  alam  banjir dari Sungai  brantas yang  sangat  dasyat dan dari  kawasan  hutan   sehingga  mengakibatkan  lingkungan  desa  itu  menjadi  rusak. akibatnya   erosi  tanahpun  menjadi  longsor  dan  memecah  desa  itu  menjadi  dua  bagian yang  dipisahkan  oleh  sungai  Kecil  kemudian  masyarakat  desa  itu  beramai- ramai  membuat  tanggul  untuk  membendung  sungai  tersebut. akan  tetapi  becana  itu  terus  aja  ber ulang – ulang   sehingga  menyebabkan  tanggul  tersebut  bocor dan jebol   namun  para  penduduk  tetap  membuat  tanggul   dan  setiap  turun  hujan  penduduk  selalu  mengawasi  tanggul  tersebut  maksudnya  biar  tanggul   tersebut  tidak  Jebol  kembali  oleh  karena  itu  kata  dawuh  akhirnya  desa  itu  diberi  nama  DAWUHAN  sampai  saat  ini .

Sistim Pemerintahan  saat  itu  masih  kekeluargaan  atau  ahli  waris. Kepala  Pemerintahan  pada  saat itu  bernama  Bapak  Sair  Rono Sentono. kemudian  Pemerintahan  kedua   dipimpin  oleh  Bapak  Kandar   sampai  pada  tahun  1970. setelah  itu  baru  diperlakukan  sistem  Pilihan  Kepala  Desa  dan pada  saat  tahun  1970 sampai  tahun  1990   di  pimpin   Kepala  Desa  Bapak  Sardjani   lalu  tahun  1990  dilakukan  pemilihan  kepala  Desa lagi  dan  saat  itu  dimenangkan  oleh  Bapak  Eman Samudi dengan  masa  jabatan  8  tahun  sejak  tahun  1990 s/d  tahun  1998 sesuai  dengan  peraturan  Daerah  Kabupaten  Nganjuk. kemudian  tahun  1998  sampai  dengan  2007  Pemerintah  Desa  Dawuhan  Dipimpin  Kepala  Desa  Bapak Khoyum .dan  Bapak  Khoyum  menjabat  selama  dua  Periode  karena  beliau  terpilih  kembali  menjadi  Kepala  Desa  Dawuhan  dengan  masa  jabatan  2007 s/d tahun 2013, kemudian tahun 2013 s/d tahun 2019 dijabat ole Ibu Yeni Puspitasari, selanjutnya tahun 2019  s/d sekarang Kepala Desa dijabat Bapak Khoyum

 

Demikian asal usul Pemerintahan Desa Dawuhan.