GOTONG ROYONG MASYARAKAT DUSUN KEDUNGTUNGGAK DALAM RANGKA MEMPERBAIKI SALURAN AIR/SELOKAN


 2020-03-22 |  Desa Jatikalen

Penduduk Indonesia dikenal sebagai penduduk yang ramah di mata bangsa lain. Di samping itu juga, Indonesia terkenal dengan budaya gotong royong, khususnya di pedesaan. Budaya gotong royong sangat kental dengan masyarakat desa. Gotong royong (solidaritas sosial) merupakan bentuk kepedulian terhadap orang lain, sehingga ia menyediakan waktu, tenaga atau pikirannya untuk orang lain. Serta tak jarang demi kebaikan hidup bersama yang lebih nyaman. Budaya pada dasarnya masih dipegang oleh masyarakat desa di Indonesia pada umumnya. 

 

Dalam hal ini seperti contoh masyarakat Dusun Kedungtunggak  Desa Jatikalen  Kecamatan Jatikalen  mereka tampak asyik dan guyub memperbaiki saluran air . Seperti yang dikatakan Bapak Binto, perangkat desa setempat hal tersebut dilakukan karena keluhan beberapa warga ketika musim hujan turun air tersebut menggenang sampai ke pemukiman warga. Akhirnya inisiatif beberapa masyarakat pun tergerak untuk membuat selokan air tersebut, tuturnya. Yang terlihat unik dari kegiatan ini adalah semangat mereka untuk bekerja sangat luar biasa. Mulai dari anak-anak hingga orang tua semuanya pasti ikut terlibat. Bahkan, yang membuat saya bangga terhadap masyarakat desa juga ikut andil. Remaja putri dan ibu-ibu, biasanya menyediakan makanan untuk para lelaki yang bekerja tersebut. Namun, ada juga yang membantu mengangkut pasir, batu bata, dan bahan materillainnnya. Dengan adanya budaya gotong royong ini, maka hubungan persaudaraan dan kekeluargaan di antara mereka pun semakin terjalin harmonis.

Bagaimana seandainya kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali masyarakat kota (karena memang budaya gotong royong di masyarakat kota sekarang kelihatannya sudah mulai luntur). Sungguh indah dan bahagia rasanya. Jika hal demikian bisa direalisasikan dan menjadi kebiasaan, maka bisa jadi gejala-gejala, seperti: kekerasan, sikap apatis (siapa yang tahu siapa), siapa pun yang tahu siapa, dan yang lain bisa diminimalisir jika mungkin ada.

Tentu saja, harapan kami semoga desa mampu menjaga pilar kejayaan Pancasila dengan tetap aman kegotong-royongan di dalam kehidupan bermasyarakat yang sekarang telah memasuki era modernisasi.