Perlu diketahui bahwasanya di Desa Jatikalen terdapat 4 kolam pemancingan, di Dusun Kedungtunggak sendiri terdapat 2 kolam pemancingan yang masing-masing kolam pemancingan tersebut dikelola oleh warga setempat, kolam pemancingan ini merupakan aset dari warga setempat.
Selama ini kolam pemancingan dibuka kira-kira satu tahun sekali, yakni ketika ikan ikan tersebut sudah besar. Jenis ikan yang ada dikolam yakni mujaer, nila, bawal, tombro, tawes, dsb.
Marit iwak merupakan kegiatan mengambil/manangkap ikan yang dilakukan oleh masyarakat di kolam pemancingan.
Alat yang digunakan untuk kegiatan Marit iwak antara lain jaring, gendok (tempat ikan), ban (sebagai pelampung), kayu(pengobrak ikan), setrum ikan.
Peluang ekonomi yang didapat dari kegiatan “maritiwak” selain ikan tersebut dibagikan ke warga masyarakat setempat, tak jarang warga diluar wilayah/tetangga desa yang juga tertarik untuk membeli ikan dari hasil “maritiwak”. Hasil penjualan dari ikan tersebut dimasukkan ke kas dusun, biasanya digunakan untuk kegiatan-kegiatan dusun seperti peringatan 17 Agustusan, nyadran/bersih desa, perbaikan jalan, dsb.
Di adakannya “maritiwak” dengan tujuan mengambil sisa-sisa ikan yang ada dikolam pemancingan.
Waktu yg digunakan maritiwak yakni setelah berakhirnya proses pembukaan kolam pemancingan.
Pelaku “maritiwak” Masyarakat setempat (warga Dusun Kedungtunggak).
Dampak jika tidak dilakukan “maritiwak” adalah ketika akan menghadapi kemarau panjang kolam pemancingaan biasanya akan mengalami kekeringan/sat.
Jadi jika tidak dilakukan kegiatan tsb di khawatirkan ikan akan hilang, dari pada ikan hilang lebih baik di parit/di ambil agar warga setempat ikut merasakan ikan dari kolam milik dusun tersebut.
Kondisi obyektif “maritiwak” di Nganjuk : kegiatan ini hanya dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kolam pemancingan, jadi daerah lain akan bisa meniru kegiatan ini apabila memlikikolam pemancingan.
Di kabupaten Nganjuk sendiri sudah banyak yang melakukan kegiatan tersebut, diantaranya daerah daerah yang memanfaatkan adanya waduk, (yang kami ketahui di kecamatan Jatikalen, Lengkong, Gondang) untuk pemancingan, sehingga sudah pasti terdapat kegiatan maritiwak tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa nilai yang terpenting dari kegiatan ini adalah hampir seluruh masyarakat bisa berkumpul menjadi satu, guyub rukun tersebut adalah nilai yang terpenting dari kegiatan ini, sebagaimaana kebanyakan masyarakat pedesaan yang lebih menjunjung tingginya rasa kekeluargaan.