Desa Lumpangkuwik brasal dari kata lumpang dan jeruk kuwik awal mula di kenalnya terjadi pada waktu proses babat alas oleh tokoh pimpinan adat bernama Towiryo peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1911, dimana tokoh yang mempunyai pengaruh besar di daerahnya ini mengerakkan seluruh masyarakat yang ada di bawah pimpinanya untuk membuka wilayah supaya lebih luas
Pada saat Babat alas itulah di temukan batu ukuran besar yang sebelahnya terdapat alu atau alat penumbuk padi alami yang juga berasal dari batu.Sesuai dengan pengetahuan masyarakat pada waktu itu bahwa alu memiliki pasangan yaitu lumpang sebagai pasangan alat penumbuk padi. Ada alu pasti ada lumpang nya begitu keyakinan masyarakat pada waktu itu
Berdasarkan pertimbangan tersebut, masyarakat bersama-sama bergotong royong untuk mengembalikan batu besar disamping alu, setelah di balik terlihat batu tersebut adalah lumpang. di sisi lain setelah di temukan yang berada tepat di sampingnya yaitu berupa pohon jeruk kuwik
Dan dari situlah atas penemuan-penemuan barang tersebut maka ketua adat tersebut mengumpulkan warganya dan atas kesepakatan bersama daerah tersebut di beri nama LUMPANGKUWIK, yang artinya bahwa telah ditemukan batu besar yang berupa lumpang yang sebelahnya terdapat pohon jeruk kuwik
Untuk mengenang penemuan 3 barang tersebut, maka tempat tersebut di anggap keramat oleh warga dan di jadikan Punden ( Alas Tuwo ) yang mana pada setiap tahunya sampai saat ini semua warga memperingati atau mengenang dengan berdoa bersama sambil membawa radio FM sebuah tumpeng untuk mendoakan pada nenek moyang yang telah meninggal dunia pada waktu babat alas atau membuat daerah ini
Dari cerita para sesepuh desa, Punden teersebut juga di beri nama sendiri yaitu "Lumpang Kentheng" hingga saat ini. Selain bawa barang-barang tsb juga mempunyai keajaiban yaitu pernah suatu ketika seseorang warga meminjam lumpang beserta alu nya untuk di bawa pulang untuk kepentingan pribadi, dan ternyata keesokan harinya barang-barang tsb kembali ke tempat asalnya dengan sendirinya
Hingga saat ini yang masih tersisa adalah lumpang nya dan seperti pohon jeruk kuwik telah mati dan alu atau alat penumbuknya menurut sesepuh Desa diminta oleh warga Belanda entah di bawa kemana karena dianggap mempunyai kekuatan mistis atau mempunyai keajaiban
Itulah asal usul Desa Lumpangkuwik hingga sekarang