Sejarah Desa Pule



SEJARAH DESA PULE

 

Jauh sebelum masa penjajahan belanda, Pada mulanya sebelum Desa Pule ada secara administratif, embrionya berasal dari tiga (3) wilayah berbeda, yakni Pule, Tondowesi dan Lengkong Geneng. Ketiga wilayah ini masing-masing di pimpin oleh ketua adat diantaranya: Mbah Kencreng memimpin wilayah Tondowesi, Mbah Kertosentono memimpin wilayah Lengkong Geneng serta Mbah Giyo menjadi pemimpin wilayah Pule.

 

Meskipun ketiga wilayah tersebut masing-masing dipimpin oleh orang yang berbeda, namun ikatan emosiaonal dan kekeluargaannya cukup kental dan legit, hal ini ditandai dengan kesepakatan dari pimpinan ketiga wilayah tersebut untuk mengangkat satu orang juru administrasi yaitu Carik Kartoblendingding yang wilayah kerjanya meliputi wilayah Pule, Lengkong Geneng dan Tondowesi.

Setelah beberapa tahun kemudian ketiga wilayah tersebut digabung menjadi Satu dan dinamai “Desa Pule” yang dipimpim oleh seorang Lurah bernama Mbah TIRTO yang memimpin desa selama Dua puluh tahun.

Setelah kepemimpinan Mbah Tirto, Desa Pule dipimpim oleh Lurah Ja`iz dengan masa kepeminpinanya daritahun 1930-1957. Pada masa kepemimpinan Lurah Ja’is ini Desa Pule semakin maju mundur hoop  utamanya terkait dengan tatanan kemasyarakatan, hal ini ditandai dengan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang yang sudah dikenal pasca kepemimpinan Lurah Ja’is, dimana pada Pilkades tahun 1958 (pasca Lurah Jai’is) ada 11 Calon Lurah yang ikut berkompetisi untuk menduduki Jabatan Lurah. Kesebelas calon tersebut adalah : SIMAN, KARUP, RAWI, RAJAK, WAJIB, BAIDOWI, KAIBAN, KAMDIHI, TOELAR, KHOIRUL ANAM, IKLAR. Dalam Pilkades tersebut akhirnya jabatan kepala desa dimenangkan oleh Bapak TOELAR dengan  masa kepemimpinan sampai tahun 1990.

Setelah kepemimpinan Bapak Toelar, pada pilkades pada tahun 1990, Bapak Muhtadin terpilih menjadi  lurah yang menggantikan Toelar setelah sebelumnya mengalahkan 3 (tiga) rival politiknya, Budi Utomo, Ahmad Ghofir dan Mahmud. Masa kepemimpinanya sampai 1998. Setelah kepemimpinan Lurah Muhtadin ini sempat dilakukan pemilihan kepala desa untuk mencari pengganti Muhtadin, dalam pilkades tersebut muncul dua kandidat, yakni Kholik dan Khsnudin, namun pilkades kali ini gagal dilaksanakan masyarakat tidak ada yang respon (tidak quorum) sehingga tampuk kepemimpinan dipegang oleh Bapak Supono selaku (Pj) Penjabat Kepala Desa Pule. Hingga akhirnya pada Tahun 2001 diadakan pemilihan lagi dan ada 4 calon: IMAM SAHRONI, MAFTUKIN, MUHADI, SHOFRONI. Akhirnya pada saat itu suara terbanyak di pihak IMAM SAHRONI dengan masa kepemimpinanya 5 tahun.

Kemudian terhitung 6 (enam) bulan sebelum masa jabatannya  Bapak Imam Sahroni habis, ditunjuklah Bapak Zainun selaku Pj. Kepala Desa di akhir Tahun 2006  yang salah satu tugas pokoknya adalah menyelenggarakan proses pemilihan Kepala Desa periode Tahun 2007-2013, kemudian pada Tahun 2006 diadakan Pilkades yang dimenangkan oleh Bapak Mashuri setelah menyisihkan rivalnya, Incumben yakni bapak Imam Shahroni. Masa jabatan Mashuri tidak sampai selesai karena ia mengundurkan diri setelah sebelumnya diterima sebagai CPNS dalam seleksi penerimaan CPNS yang dilaksanakan oleh Pemerintah kabupaten Nganjuk Tahun 2009. Akhirnya SUPARNO menggantikan sebagai Pj Kepala Desa Pule yang bertugas mengadakan Pilkades dalam waktu maksimal 3 bulan. Dan dilaksanakan pilkades kembali pada bulan Pebruari tgl 22 Tahun 2011 dengan dua pasangan calon yaitu 1. ZAMRONI KOIRON 2. BURHANUDIN dan dengan dua pasangan calon tersebut  dimenangkan oleh BURHANUDIN Dan menjabatat sebagai kepala Desa Pule selama 6 tahun yakni di Tahun 2011 sampai di Tahun 2016 Dan Demi jalanya pemerintahan desa Pule. Pemerintah kabupaten Nganjuk Menetapkan AHMAD MARJUKI Sebagai Pj Kepala Desa Pule Selama 2 bulan dan selama itu pula bertugas melaksanakan Pilkades Yang di laksanakan pada Tanggal 10 Mei 2017 Dengan 2 pasangan calon yaitu 1. BURHANUDIN 2. LULUK MAHFUDHOTIN ZAKARIA dan perolehan suara tertinggi di peroleh calon no 2 yaitu Sdi.LULUK MAHFUDHOTIN ZAKARIA. dan di tetapkan sebagai pemenang atau kepala Desa Pule